//
you're reading...
ilmu keperawatan

FARMAKOLOGI

CIPROFLOXACIN

Tablet Salut Selaput 500 mg

Komposisi :
Tiap tablet Salut Selaput mengandung Ciprofloxacin HCL 583 mg setara dengan Ciprofloaxcin Base 500 mg.

Cara Kerja Obat :
Ciprofloxacin merupakan suatu anti infeksi sintetik golongan Quinolone. Ciprofloxacin menghambat DNA topoisomerase yang biasa disebut dengan DNA-gyrase. Ciprofloxacin diabsorbsi baik oleh saluran pencernaan.

Indikasi :
Untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh kuman Phatogen yang peka terhadap Ciprofloxacin :
Saluran kemih termasuk prostatitis.
Saluran Pernapasan kecuali Pneumonia oleh Streptococcus.
Kulit dan jaringan lunak.
Saluran pencernaan termasuk demam thifoid dan paratifoid.
Uretritis dan servisitis gonorrhea.

Dosis yang dianjurkan :
Infeksi ringan/sedang saluran kemih ; sehari 2 x 250 mg.
Infeksi berat saluran kemih : sehari 2 x 250 mg.
Infeksi ringan/berat saluran napas : sehari 2 x 500 mg.
Infeksi berat saluran napas : sehari 2 x 750 mg.
Infeksi saluran pencernaan : sehari 2 x 500 mg.
Pada gonorrhea akut, cukup dg pemberian dosis tunggal sehari 250 mg.
Dosis untuk pasien dengan fungsi ginjal yang terganggu Creatinine Clearence < 20 ml/ menit, maka dosis normal yang dianjurkan harus diberikan sehari sekali atau dikurangi separuh bila diberikan sehari 2x.
Lama pengobatan tergantung beratnya infeksi , kemajuan klinis dan rial logis.
Untuk infeksi akut, lama pengobatan biasanya 5 – 10 hari.
Pada umumnya pengobatan harus diteruskan sampai minimal 3 hari setelah gejala klinis hilang.

Peringatan dan perhatian :
Utuk penderita yg pernah mendapatkan serangan cerebral boleh menggunakan obat ini apabila mendapat terapi antikonsultiva yg cocok.
Hati-hati dengan penderita fungsi ginjal, lihat ket dosis.
Untuk menghindari kristaluria, minum obat ini dengan air yg cukup.
Hati-hati dengan penderita usia lanjut, epilepsy, SSP.
Jika minum obat ini tdk boleh mengendarai motor dan menjalankan mesin.
Hindari sinar matahari yang berlebihan.
Pemberian jangka lama dapat mengakibatkan pertumbuhan berlebihan dari mikroorganisme yg kurang peka.
Efek Samping :
Kadang-kadang terjadi keluhan saluran pencernaan seperti mual, diare, muntah, dyspepsia, sakit perut dan meteorisme.
Efek terhadap system syaraf : pusing, sakit kepala, rasa letih, insomnia, agitasi, tremor. Reaksi kadang-kadang timbul setelah pemberian Ciprofloxacin untuk pertama kalinya. Dalam hal ini segera dihentikan dan segera konsultasi pada Dokter.
Reaksi Hipersensitifitas : kulit kemerahan, prurutis, reaksi anafilaktoid.

Kontra Indikasi :
Jangan diberikan pada penderita yang hipesensitif terhadap obat ini dan derivate Quinolone lainnya.
Wanita hamil dan menyusui.
Anak-anak di bawah usia 12 tahun.

Amoxicillin
Kapsul – 250 s/d 500 mg
Sirop kering – 125 s/d 250 mg/5 ml

Farmakologi :
Amoxicillin merupakan suatu turunan penisilin semi sintetis bersifat bakterisida terhadap sejumlah besar mikroorganisme gram positif dan negative.
Amoxicillin menghambat pembentukan dinding sel dari bakteri yang peka sehingga berkembng abnormal yang kemudian mengakibatkan kematian organisme-organisme tersebut.

Indikasi :
Infeksi saluran pernpasan bagian bawah.
Otitis media dan sinutisis.
Infeksi saluran urin.
Gonorrhea yang tidak terkomplikasi.
Typhoid fever.

Dosis :
Dewasa dan anak-anak ≥ 20 kg : 750 mg – 1,5 gr/hari dibagi dalam 8 jam interval.
Anak-anak < 20 kg : 20 – 40 mg/kg berat badan/ hari dibagi dalam 8 jam interval.
Catatan :
* Pada infeksi yang lebih parah dapat diggunakan dosis yang lebih besar atau menuryt dokter.
* Untuk penderita Gonorrhea yang tidak terkomplikasi dibeerikan Amoxicillin 3 gr sebagai dosis obat tunggal.

Kontraindikasi :
Hipersensitif terhadap penicillin.

Efek samping :
Seperti halnya derivate penicillin lainnya, dapat meimbulkan reaksi alergi pada beberapa individu. Selai itu, dapat menimbulkan ganggua gastrointestinal (GI).
Reaksi alergi berupa urticaria, erthema multiforum, pruritus ringan, kadang-kadang dermatitisexfoliativa.
Gastrointestinal berupa glositis, nausea, vomittig, diarrhea, pseudomembranus colitis.
System hematopoetik dan limfatik, leucopenia dll.

Interkasi obat :
Dengan allopurinol akan menambah ruam kulit.
Pemberian bersamaan dengan Chloramphenicol, erythromycin, sulfanomid atau thetracycline akan menghambat efek bakterisidal.
Pemberian bersamaan dengan robenecid dapat meurunkan sekresi tubular ginjal dan meghasilkan tekanan darah dan atau keracunan Amoxicillin.
CAPTOPRIL
Tablet 12.5, 25, 50 mg

Cara kerja obat :
Captopril merupakan obat antihipertensi dan efektif dalam penanganan gagal jantung dengan cara supresi system rennin angiotensin aldosteron. Dalam kerjanya Captopril
Menghambat kerja ACE, akibatnya pebentukan angiotensin II terhambat, timbul vasodilatasi.

Dosis :
Diberikan 1 jam sebelum makan.
Dewasa :
Hipertensi, dosis awal 12.5 mg 3x sehari, dosis untuk hipertensi tidak lebi dari 450 mg.
CHV, 12.5 – 25 mg 3x sehar, diberika bersama diuretic dan digitalis, dosis disesaika dengan klirens kreatinin penderita.

Efek samping :
Captopril dapat menimbulkan proteiuria > 1 gr/hari pada 0.5% penderita dan pada 1.2% penderita dengan penyakit ginjal.

Kontra Indikasi :
Penderita yang hipersensitif terhadap Captopril atau penghambat ACE lainnya (misalnya pasien mengalami angioedema selama pengobatan dengan penghmbat ACE lainnya).

COTRIMOXAZOLE

Cara kerja Obat :
Cotrimoxzole adalah bakterisid yang merupakan kombinasi sulfametoksazol dan trimetropim dengan perbandingan 5 : 1. kombinasi tersebut dapat menghambat dua tahap bosintesa asam nuklead dan protein yang sangat esensial untuk mikroorganisme. Cotrimoxzole mempunyai spectrum aktivitas luas dan efektif terhadap bakteri gram positif dan negative.

Indikasi :
Infeksi saluran kemih dan kelamin yang disebabkan oleh E.Coli.
Otitis media akut yang diebabkan oleh Streptococcus pneumoniae.
Infeksi saluran pernapasan bagian atas dan bronchitis kronis yang disebabkan aleh Streptococcus pneumoniae.
Enteritis yang disebabakan oleh Shigella flexneri
Pneumonia yang disebabakan oleh Pneumocytis carinii.
Diare yang disebabakan oleh E.Coli.

Dosis :
6 minggu – 6 bulan : 120 mg, 2x sehari
6 bulan – 6 tahun : 240 mg, 2x sehari
6 – 12 tahun : 480 mg, 2x sehari
Dewasa dan anak-anak diatas 12 tahun : 960 mg, 2x sehari

Peringatan dan perhatian :
Pada penderita yang mengalami gangguan fungsi ginjal, dosis harus dikurangi untuk mencegah terjadinya akumulsi obat. Selama pengobatan dianjurkan untuk banyak minum, minimal 1.5 liter/hari. Pada penggunaan jangka panjang sebaiknya dilakukan pemeriksaan darah secara periodic karena kemungkinan terjadi diskrasia darah.

Efek samping :
Efek samping jarang terjadi pada mumnya ringn, seperti rekasi hipersensitif, ruam kulit, sakit kepala, dan gangguan pencernaan, missal muntah, mual dan diare.

Kontraindikasi :
Penderia dengan gangguan fungsi hati yang parah, insufisiensi ginjal, wanita hamil dan menyusui, bayi premtur dan bayi erusia diwah 2 bulan dan pada penderita yang hipersensitif terhadap trimetropim dan obat-obat golongan sulfonamide.

VITAMIN B1
Tablet 50 mg

Komposisi :
Tiap tablet mengandung Thiamine HCL 250 mg.

Cara kerja obat :
Thiamine HCL bekerja sebagai koenzim pada dekarboksilasi asam alfa-keto dan berperan dalam metabolisme karbohidrat.

Indikasi :
Untuk pencegahan dan pengobatan pada kekurangan B1 seperti; Neuritis.

Dosis :
Dewasa : 25 – 100 mg/hari
Anak-anak : Menurut anjuran Dokter

Kontra Indikasi :
Hipersensitif terhadap obat ini.

Tentang geovanisimatupang123

telusuri saja orang ya

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: