//
you're reading...
ilmu keperawatan, Kesehatan umum

HIPERTENSI

1.     Pengertian

Hipertensi berasal dari dua kata, hiper = tinggi dan tensi = tekanan darah, merupakan penyakit yang sudah lama dikenal. Menurut American Society of Hypertension (ASH), pengertian hipertensi adalah suatu sindrom atau kumpulan gejala kardiovaskuler yang progresif, sebagai akibat dari kondisi lain yang kompleks dan saling berhubungan. ASH membagi hipertensi menjadi beberapa kelompok yaitu kelompok normal, hipertensi tahap 1, tahap 2 dan tahap 3.

  1. 2.       Penyebab dan faktor risiko

Sampai saat ini penyebab hipertensi belum jelas. Fakta yang ada sampai saat ini hipertensi disebabkan oleh banyak faktor seperti faktor genetika dan faktor lingkungan. Faktor-faktor risiko hipertensi antara lain :

Faktor genetik (tidak dapat dimodifikasi) :

  • Usia, hipertensi umumnya berkembang antara 35 – 55 tahun
  • Etnis,  etnis Amerika keturunan Afrika menempati risiko tertinggi terkena hipertensi
  • Keturunan, beberapa peneliti meyakini bahwa 30-60% kasus hipertensi adalah diturunkan secara genetis.

Faktor lingkungan  (dapat dimodifikasi)

  • Diet, makanan dengan kadar garam tinggi dapat meningkatkan tekanan darah seiring dengan bertambahnya usia.
  • Obesitas/kegemukan, tekanan darah meningkat seiring dengan peningkatan berat badan.
  • Merokok, dapat meningkatkan tekanan darah dan cenderung terkena penyakit jantung koroner.

Kondisi penyakit lain, seperti diabetes melitus tipe 2 cenderung meningkatkan risiko peningkatan tekanan darah 2 kali lipat.

  1. 3.     Etilogi

Pada umunya hipertensi tidak mempunyai penyebab yang spesifik. Hipertensiterjadi sebagai respon peningkatan cardiac output atau peningkatan tekananperifer.

Namun ada beberapa factor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi

  1. Genetik: Respon nerologi terhadap stress atau kelainan eksresi atautransport Na
  2. Obesitas: terkait dengan level insulin yang tinggi yang mengakibatkantekanan darah meningkat.
  3. Stress Lingkungan
  4. Hilangnya Elastisitas jaringan and arterisklerosis pada orang tua sertapelabaran pembuluh darah.

Berdasarkan etiologinya Hipertensi dibagi menjadi 2 golongan yaitu

  1. Hipertensi Esensial (Primer)Penyebab tidak diketahui namun banyak factor yang mempengaruhi sepertigenetika, lingkungan, hiperaktivitas, susunan saraf simpatik, systemrennin angiotensin, efek dari eksresi Na, obesitas, merokok dan stress.
  2. Hipertensi Sekunder  Penyebab pasti dari hipertensi esensial sampai saat ini masih belum dapat diketahui. Kurang lebih 90% penderita hipertensi tergolong hipertensi esensial sedangkan 10% nya tergolong hipertensi sekunder. Beberapa penyebab terjadinya hipertensi sekunder:
  1. Penyakit Ginjal
    • Stenosis arteri renalis
    • Pielonefritis
    • Glomerulonefritis
    • Tumor-tumor ginjal
    • Penyakit ginjal polikista (biasanya diturunkan)
    • Trauma pada ginjal (luka yang mengenai ginjal)
    • Terapi penyinaran yang mengenai ginjal
  2. Kelainan Hormonal
    • Hiperaldosteronisme
    • Sindroma Cushing
    • Feokromositoma
  3. Obat-obatan
  4. Penyebab Lainnya
    • Koartasio aorta
    • Preeklamsi pada kehamilan
    • Porfiria intermiten akut
    • Keracunan timbal akut.

Karena golongan terbesar dari penderita hipertensi adalah hipertensia esensial, maka penyelidikan dan pengobatan lebih banyak ditujukan ke penderita hipertensi esensial.Penggunaan obat-obatan seperti golongan kortikosteroid (cortison) dan beberapa obat hormon, termasuk beberapa obat antiradang (anti-inflammasi) secara terus menerus (sering) dapat meningkatkan tekanan darah seseorang. Merokok juga merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi dikarenakan tembakau yang berisi nikotin. Minuman yang mengandung alkohol juga termasuk salah satu faktor yang dapat menimbulkan terjadinya tekanan darah tinggi.

  1. 4.     Patofisiologi

Menurunnya tonus vaskuler meransang saraf simpatis yang diterukan ke seljugularis. Dari sel jugalaris ini bias meningkatkan tekanan darah. Danapabila diteruskan pada ginjal, maka akan mempengaruhi eksresi pada renninyang berkaitan dengan Angiotensinogen. Dengan adanya perubahan padaangiotensinogen II berakibat pada terjadinya vasokontriksi pada pembuluhdarah, sehingga terjadi kenaikan tekanan darah.

Selain itu juga dapat meningkatkan hormone aldosteron yang menyebabkanretensi natrium. Hal tersebut akan berakibat pada peningkatan tekanandarah. Dengan Peningkatan tekanan darah maka akan menimbulkan kerusakanpada organ organ seperti jantung.

  1. 5.     Manifestasi Klinis

Manifestasi klinis pada klien dengan hipertensi adalah meningkatkantekanan darah > 140/90 mmHg, sakit kepala, epistaksis, pusing/migrain,rasa berat ditengkuk, sukar tidur, mata berkunang kunang, lemah dan lelah,muka pucat suhu tubuh rendah.

  1. 6.    Komplikasi

Organ organ tubuh sering terserang akibat hipertensi anatara lain mataberupa perdarahan retina bahkan gangguan penglihatan sampai kebutaan,gagal jantung, gagal ginjal, pecahnya pembuluh darah otak.

  1. 7.     Penatalaksanaan Medis

Penanggulangan hipertensi secara garis besar dibagi menjadi dua jenispenatalaksanaan.

a. Penatalaksanaan Non Farmakologis

      • Diet Pembatasan atau pengurangan konsumsi garam. Penurunan BB dapat menurunkantekanan darah dibarengi dengan penurunan aktivitas rennin dalam plasma dankadar adosteron dalam plasma.
      • Aktivitas.Klien disarankan untuk berpartisipasi pada kegiatan dan disesuaikan denganbatasan medis dan sesuai dengan kemampuan seperti berjalan, jogging, bersepeda atau berenang

`b. Penatalaksanaan Farmakologis.

Secara garis besar terdapat bebrapa hal yang perlu diperhatikan dalampemberian atau pemilihan obat anti hipertensi yaitu:

  1. Mempunyai efektivitas yang tinggi.
  2. Mempunyai toksitas dan efek samping yang ringan atau minimal
    1. Memungkinkan penggunaan obat secara oral.
    2. Tidak menimbulakn intoleransi.
      1. Harga obat relative murah sehingga terjangkau oleh klien.
      2. Memungkinkan penggunaan jangka panjang.Golongan obat – obatan yang diberikan pada klien dengan hipertensi seperti golongan diuretic, golongan betabloker, golongan antagonis kalsium,golongan penghambat konversi rennin angitensin.
        1. 7.     Test diagnostic
        2. .Hb/Ht: untuk mengkaji hubungan dari sel-sel terhadap volume cairan(viskositas) dan dapat mengindikasikan factor resiko seperti :hipokoagulabilitas, anemia.
        3. BUN / kreatinin : memberikan informasi tentang perfusi / fungsi ginjal
        4. Glucosa : Hiperglikemi (DM adalah pencetus hipertensi) dapatdiakibatkan oleh pengeluaran kadar ketokolamin.
        5. Urinalisa : darah, protein, glukosa, mengisaratkan disfungsi ginjal danada DM
        6. CT Scan : Mengkaji adanya tumor cerebral, encelopati
        7. EKG : Dapat menunjukan pola regangan, dimana luas, peninggian gelombangP adalah salah satu tanda dini penyakit jantung hipertensi
        8. IUP : mengidentifikasikan penyebab hipertensi seperti : Batu ginjal,perbaikan ginja
        9. Poto dada : Menunjukan destruksi kalsifikasi pada area katup,pembesaran jantung.
          1. 8.     Pengkajian
          2. Aktivitas/ Istirahat

Gejala : kelemahan, letih, nafas pendek, gaya hidup monoton.

Tanda :Frekuensi jantung meningkat, perubahan irama jantung, takipnea

  1. Sirkulasi

Gejala :Riwayat Hipertensi, aterosklerosis, penyakit jantung koroner/katupdan penyakit cebrocaskuler, episode palpitasi

Tanda :Kenaikan TD, Nadi denyutan jelas dari karotis, jugularis,radialis, tikikardi, murmur stenosis valvular, distensi vena jugularis,kulit pucat, sianosis, suhu dingin (vasokontriksi perifer) pengisiankapiler mungkin lambat/ bertunda

  1. Integritas Ego.

Gejala :Riwayat perubahan kepribadian, ansietas, factor stress multiple(hubungan, keuangan, yang berkaitan dengan pekerjaan.

Tanda :Letupan suasana hat, gelisah, penyempitan continue perhatian,tangisan meledak, otot muka tegang, pernafasan menghela, peningkatan polabicara.

  1. Eliminasi

Gejala : Gangguan ginjal saat ini atau (seperti obstruksi atau riwayatpenyakit ginjal pada masa yang lalu.)

  1. Makanan/cairanGejala: Makanan yang disukai yang mencakup makanan tinggi garam, lemak serta kolesterol, mual, muntah dan perubahan BB akhir akhir ini(meningkat/turun) Riowayat penggunaan diuretic

Tanda: Berat badan normal atau obesitas,, adanya edema, glikosuria

  1. Neurosensori

Genjala: Keluhan pening pening/pusing, berdenyu, sakit kepala,subojksipital (terjadi saat bangun dan menghilangkan secara spontansetelah beberapa jam) Gangguan penglihatan (diplobia, penglihatan kabur,epistakis).

Tanda: Status mental, perubahan keterjagaan, orientasi, pola/isi bicara,efek, proses piker, penurunan keuatan genggaman tangan.

  1. Nyeri/ ketidaknyaman

Gejala: Angina (penyakit arteri koroner/ keterlibatan jantung),sakitkepal

  1. Pernafasan

Gejala: Dispnea yang berkaitan dari kativitas/kerja takipnea,ortopnea,dispnea, batuk dengan/tanpa pembentukan sputum, riwayat merokok

Tanda: Distress pernafasan/penggunaan otot aksesori pernafasan bunyinafas tambahan (krakties/mengi), sianosis.

  1. Keamanan

Gejala: Gangguan koordinasi/cara berjalan, hipotensi postural.

  1. Pembelajaran/Penyuluhan

Gejala: Faktor resiko keluarga: hipertensi, aterosporosis, penyakitjantung, DM.Faktor faktor etnik seperti: orang Afrika-amerika, Asia Tenggara,penggunaan pil KB atau hormone lain, penggunaan alcohol/obat.Rencana pemulangan : bantuan dengan pemantau diri TD/perubahan dalam

terapi obat.

Diagnosa,Kriteria hasil dan Intervensi Keperawatan

Diagnosa 1

Resiko tinggi penurunan curah jantung berhubungan dengan vasokontriksi pembuluh darah

Kriteria Hasil :

Klien berpartisifasi dalam aktivitas yang menurunkan tekanan darah / bebankerja jantung  mempertahankan TD dalam rentang individu yang dapatditerima, memperlihatkan norma dan frekwensi jantung stabil dalam rentang normal pasien.

Intervensi

  1. Observasi tekanan darah (perbandingan dari tekanan memberikan gambaranyang lebih lengkap tentang keterlibatan / bidang masalah vaskuler)
  2. Catat keberadaan, kualitas denyutan sentral dan perifer (Denyutankarotis,jugularis, radialis dan femoralis mungkin teramati / palpasi.Dunyut pada tungkai mungkin menurun, mencerminkan efek dari vasokontriksi (peningkatan SVR) dan kongesti vena)
  3. Auskultasi tonus jantung dan bunyi napas. (S4 umum terdengar padapasien hipertensi berat karena adanya hipertropi atrium, perkembangan S3menunjukan hipertropi ventrikel dan kerusakan fungsi, adanya krakels,mengi dapat mengindikasikan kongesti paru sekunder terhadap terjadinyaatau gagal jantung kronik)
  4. Amati warna kulit, kelembaban, suhu, dan masa pengisian kapiler.(adanya pucat, dingin, kulit lembab dan masa pengisian kapiler lambatmencerminkan dekompensasi / penurunan curah jantung).
  5. Catat adanya demam umum / tertentu. (dapat mengindikasikan gagaljantung, kerusakan ginjal atau vaskuler).
  6. Berikan lingkungan yang nyaman, tenang, kurangi aktivitas / keributanligkungan, batasi jumlah pengunjung dan lamanya tinggal. (membantu untuk menurunkan rangsangan simpatis, meningkatkan relaksasi).
  7. Anjurkan teknik relaksasi, panduan imajinasi dan distraksi. (dapatmenurunkan rangsangan yang menimbulkan stress, membuat efek tenang,sehingga akan menurunkan tekanan darah).
  8. Kolaborasi dengan dokter dlam pembrian therafi antihipertensi,deuritik. (menurunkan tekanan darah).

Diagnosa 3

Gangguan rasa nyaman nyeri : sakit kepela berhubungan dengan peningkatantekanan vaskuler cerebral.

Kriteria Hasil :

Melaporkan nyeri / ketidak nyamanan tulang / terkontrol, mengungkapkanmetode yang memberikan pengurangan, mengikuti regiment farmakologi yangdiresepkan.

Intervensi

  1. Pertahankan tirah baring selama fase akut. (Meminimalkan stimulasi /meningkatkan relaksasi).
  2. Beri tindakan non farmakologi untuk menghilangkan sakit kepala,misalnya : kompres dingin pada dahi, pijat punggung dan leher serta teknik relaksasi. (Tindakan yang menurunkan tekanan vaskuler serebral denganmenghambat / memblok respon simpatik, efektif dalam menghilangkan sakitkepala dan komplikasinya)
  3. Hilangkan / minimalkan aktivitas vasokontriksi yang dapat meningkatkansakit kepala : mengejan saat BAB, batuk panjang,dan membungkuk. (Aktivitasyang meningkatkan vasokontriksi menyebabkan sakit kepala pada adanyapeningkatkan tekanan vakuler serebral)
  4.  Bantu pasien dalam ambulasi sesuai kebutuhan. (Meminimalkan penggunaanoksigen dan aktivitas yang berlebihan yang memperberat kondisi klien).
  5. Beri cairan, makanan lunak. Biarkan klien itirahat selama 1 jam setelahmakan. (menurunkan kerja miocard sehubungan dengan kerja pencernaan).
  6. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat analgetik, anti ansietas,diazepam dll. (Analgetik menurunkan nyeri dan menurunkan rangsangan saraf simpatis).

Diagnosa 4

Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intakenutrisi in adekuat, keyakinan budaya, pola hidup monoton.

Kriteria Hasil :

klien dapat mengidentifikasi hubungan antara hipertensi dengan kegemukan,menunjukan perubahan pola makan, melakukan / memprogram olah raga yangtepat secara individu.

Intervensi

  1. Kaji emahaman klien tentang hubungan langsung antara hipertensi dengankegemukan. (Kegemukan adalah resiko tambahan pada darah tinggi, kerenadisproporsi antara kapasitas aorta dan peningkatan curah jantung berkaitandengan masa tumbuh).
  2. Bicarakan pentingnya menurunkan masukan kalori dan batasi masukanlemak,garam dan gula sesuai indikasi. (Kesalahan kebiasaan makan menunjangterjadinya aterosklerosis dan kegemukan yang merupakan predisposisi untuk hipertensi dan komplikasinya, misalnya, stroke, penyakit ginjal, gagaljantung, kelebihan masukan garam memperbanyak volume cairan intra vaskuler dan dapat merusak ginjal yang lebih memperburuk hipertensi).
  3. Tetapkan keinginan klien menurunkan berat badan. (motivasi untuk penurunan berat badan adalah internal. Individu harus berkeinginan untuk menurunkan berat badan, bila tidak maka program sama sekali tidak berhasil).
  4. Kaji ulang masukan kalori harian dan pilihan diet. (mengidentivikasikekuatan / kelemahan dalam program diit terakhir. Membantu dalammenentukan kebutuhan inividu untuk menyesuaikan / penyuluhan).
  5. Tetapkan rencana penurunan BB yang realistic dengan klien, Misalnya :penurunan berat badan 0,5 kg per minggu. (Penurunan masukan kaloriseseorang sebanyak 500 kalori per hari secara teori dapat menurunkan beratbadan 0,5 kg / minggu. Penurunan berat badan yang lambat mengindikasikankehilangan lemak melalui kerja otot dan umumnya dengan cara mengubahkebiasaan makan)
  6. Dorong klien untuk mempertahankan masukan makanan harian termasukkapandan dimana makan dilakukan dan lingkungan dan perasaan sekitar saatmakanan dimakan. (memberikan data dasar tentang keadekuatan nutrisi yangdimakan dan kondisi emosi saat makan, membantu untuk memfokuskan perhatianpada factor mana pasien telah / dapat mengontrol perubahan).
  7. Intruksikan dan Bantu memilih makanan yang tepat , hindari makanandengan kejenuhan lemak tinggi (mentega, keju, telur, es krim, daging dll)dan kolesterol (daging berlemak, kuning telur, produk kalengan,jeroan).(Menghindari makanan tinggi lemak jenuh dan kolesterol penting dalammencegah perkembangan aterogenesis)
  8. Kolaborasi dengan ahli gizi sesuai indikasi. (Memberikan konseling danbantuan dengan memenuhi kebutuhan diet individual).

Diagnosa 6

Kurang pengetahuan mengenai kondisi penyakitnya berhubungan dengan kurangn

Kriteria hasil:

  1. Menyatakan pemahaman tentang proses penyakit dan regiment pengobatan.
  2. Mengidentifikasi efek samping obat dan kemungkinan komplikasi yangperlu diperhatikan. Mempertahankan TD dalam parameter normal.Intervensi
  3. Bantu klien dalam mengidentifikasi factor-faktor resiko kardivaskuler yang dapat diubah,

misalnya : obesitas, diet tinggi lemak jenuh, dankolesterol, pola hidup monoton, merokok, dan minum alcohol (lebih dari 60cc / hari dengan teratur) pola hidup penuh stress. (Faktor-faktor resikoini telah menunjukan hubungan dalam menunjang hipertensi dan penyakitkardiovaskuler serta ginjal)

  1. Kaji kesiapan dan hambatan dalam belajar termasuk orang terdekat.(kesalahan konsep dan menyangkal diagnosa karena perasaan sejahtera yangsudah lama dinikmati mempengaruhi minimal klien / orang terdekat untuk mempelajari penyakit, kemajuan dan prognosis. Bila klien tidak menerimarealitas bahwa membutuhkan pengobatan kontinu, maka perubahan perilakutidak akan dipertahankan).
  2. Kaji tingkat pemahaman klien tentang pengertian, penyebab, tanda dangejala, pencegahan, pengobatan, dan akibat lanjut. (mengidentivikasitingkat pegetahuan tentang proses penyakit hipertensi dan mempermudahjdalam menentukan intervensi).
  3. Jelaskan pada klien tentang proses penyakit hipertensi(pengertian,penyebab,tanda dan gejala,pencegahan, pengobatan, dan akibatlanjut) melalui penkes. (Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan kliententang proses penyakit hipertensi).

Evaluasi

Resiko penurunan jantung tidak terjadi, intoleransi aktivitas dapatteratasi, rasa sakit kepala berkurang bahkan hilang, klien dapatmengontrol pemasukan / intake nutrisi, klien dapat menggunakan mekanismekoping yang efektif dan tepat, klien paham mengenai kondisi penya.

Reaksi alergi
Alergi akibat obat hipertensi sangat jarang terjadi tapi sangat berbahaya. Alergi terhadap ACE inhibitors atau angiotensin receptor blockers, terang Jones, bisa menyebabkan pembengkakan berbahaya di wajah dan tenggorokan sehingga menghambat saluran pernafasan.”Biasanya ditandai dengan pembengkakan tiba-tiba, diawali di sekitar bibir dan wajah, kadang-kadang diikuti dengan kesulitan bernafas,” terang Jones. “Gangguan ini bersifat mematikan. Karena itu, pastikan segera menjalani perawatan di rumah sakit.” (MI/ICH)

Makanan satu ini anda pasti sudah tahu. Ini adalah makanan khas indonesia yang membuat saya kangen kampung halaman. Yap, apalagi kalau bukan pete. Makanan yang kadang bisa bikin lidah keenakan ini, juga mempunyai banyak manfaat ternyata. Mau tahu ?

Pete mengandung 3 macam gula alami yaitu Sukrosa , fruktosa dan glukosa yang dikombinasikan dengan serat. Kombinasi ini ternyata bikin kita jadi sangat bertenaga loh!

Riset membuktikan bahwa dua porsi Pete saja mampu memberikan tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitas berat selama 90 menit.
Makanya makanan pete ini banyak dikonsumsi oleh para atlet. Baru tahu kan?

Dari beberapa khasiat di atas, anda juga pasti tahu bahwa tidak hanya kelezatannya yang membuat kita terkesima, tapi juga banyak manfaat yang kita dapatkan.

Pete Dapat Menyembuhkan Depresi. Menurut survei yang dilakukan oleh MIND diantara pasien penderita depresi , banyak orang merasa lebih baik setelah makan Pete. Hal ini terjadi karena Pete mengandung tryptophan, yaitu sejenis protein yang diubah tubuh menjadi serotonin. Inilah yang akan membuat relaks memperbaiki mood dan secara umum membuat seseorang lebih bahagia.

Pete Dapat Mengurangi terjadinya PMS (Premenstrual Syndrome). Saat wanita akan mengalami datang bulan, biasanya mendapat BONUS berupa PMS. Gejalanya antara lain berupa Nyeri. Mungkin sebagian wanita pernah mengalaminya bahkan sering mengalaminya. Akibatnya mereka harus mengkonsumsi obat. Daripada mengonsumsi obat, lebih enak kan kalau makan Pete. kenapa? karena ternyata dalam Pete terdapat kandungan Vitamin B6 yang mengatur kadar gula darah , yang dapat membantu mood.

Menyembuhkan Anemia. Dengan kandungan zat besi yang tinggi, Pete dapat menstimulasi produksi sel darah merah dan membantu apabila terjadi anemia.

Mengontrol Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi. Kita tahu bahwa penyakit Hipertensi memang tidak bisa disembuhkan. Hanya bisa dikontrol saja. Sehingga pengobatan hipertensi harus seumur hidup, sejak seseorang mulai tercetus penyakit ini. Kabar baiknya, buah tropis unik yang bernama Pete ini sangat tinggi kalium , tetapi rendah garam , sehingga sangat sempurna untuk memerangi tekanan darah. Begitu tingginya , sehingga FDA Amerika mengizinkan perkebunan pete untuk melakukan klaim resmi mengenai kemampuan buah ini untuk menurunkan resiko tekanan darah dan stroke.

Meningkatkan Kemampuan Otak. Hal ini dibuktikan dengan 200 siswa di Twickenham (Middlesex) yang tertolong dengan mudah melalui ujian pada tahun ini karena memakan Pete pada saat sarapan , istirahat , dan makan siang. Riset telah membuktikan bahwa buah dengan kandungan kalium tinggi dapat membantu belajar dengan membantu siswa semakin waspada / alert. Intinya pete dapat meningkatkan konsentrasi. Yach ini tergantung juga dari minat seseorang untuk terus belajar. Kalau lagi kecanduan fesbuk ya pasti tetep aja nilainya jelek karena malas belajar. He3.

Membantu mengatasi Sembelit. Karena kandungan serat yang tinggi , maka Pete akan mempermudah menormalkan kembali aksi pencernaan, membantu mengatasi permasalahan ini tanpa harus kembali ke laksativ atau obat pencahar.

Obat Anti Mabuk. Salah satu cara paling cepat untuk menyembuhkan
“penyakit” mabuk adalah milkshake Pete , yang dimaniskan dengan madu. Pete akan membantu menenangkan perut dan dengan bantuan madu akan meningkatk an kadar gula darah yang jatuh, sedangkan susu akan menenangkan dan kembali memperbaiki kadar cairan dalam tubuh.

Mengatasi Kekenyangan. Pete memiliki efek antasid pada tubuh, sehingga bila dada anda terasa panas akibat kebanyakan makan, cobalah makan Pete untuk mengurangi sakitnya.

Mengatasi Mual di Pagi hari. Makan Pete diantara jam makan akan menolong mempertahankan kadar gula dan menghindari muntah.

Menghindari Gigitan Nyamuk. Sebelum anda meraih krim gigitan nyamuk, cobalah untuk menggosok daerah yang terkena gigitan dengan bagian dalam kulit Pete. Banyak orang berhasil mengatasi rasa gatal dan bengkak dengan cara ini.

Mengatasi Problem Kegemukan. Penelitian di Institute of Psychology Austria menemukan bahwa tekanan pada saat kerja menyebabkan orang sering meraih makanan yang menenangkan seperti coklat dan keripik. Dengan melihat kepada 5.000 pasien di rumah sakit , peneliti menemukan bahwa kebanyakan orang mejadi gemuk karena tekanan kerja yang tinggi.

Laporan menyimpulkan bahwa untuk menghindari nafsu memakan makanan karena panik, kita butuh mengendalikan kadar gula dalam darah dengan ngemil makanan tinggi karbohidrat setiap dua jam untuk mempertahankan kadarnya tetap.

Membantu lepas dari Kecanduan Rokok. Pete dapat menolong orang yang ingin berhenti merokok. Vitamin B6 dan B12 yang dikandungnya , bersama dengan kalium dan magnesium , membantu tubuh cepat sembuh dari efek penghentian nikotin

Mengatasi Stress. Kalium adalah mineral penting, yang membantu untuk
menormalkan detak jantung , mengirim oksigen ke otak dan mengatur keseimbangan cairan tubuh. Ketika kita stress , kecepatan metabolisme kita akan meningkat, sehingga akan mengurangi kadar kalium dalam tubuh. Hal
ini dapat diseimbangkan lagi dengan bantuan makan Pete yang tinggi kalium.

Mengurangi Risiko terkena Stroke. Menurut riset dalam “The New England Journal of medicine , ” makan Pete sebagai bagian dari makanan
sehari-hari akan menurunkan risiko kematian karena stroke sampai 40%.

Mengelupas Caplak. Mereka yang suka berpaling pada pengobatan alami akan berani menyatakan: jika kamu ingin mematikan caplak, maka ambil sepotong Pete, dan letakkan di caplak itu. Tetap pertahankan Pete itu dengan menggunakan plester! Salah satu obat alternatif neh…

Jika dibandingkan dengan buah Apel, ternyata Pete memiliki
protein 4 kali lebih banyak , karbohidrat 2 kali lebih banyak , tiga kali lipat fosfor, 5 kali lipat Vitamin A dan zat besi , dan dua kali lipat jumlah vitamin dan mineral lainnya.

Ok deh. Selain bikin bau mulut dan bikin kamar mandi kita bau Pete, ternyata banyak juga manfaat Pete ini. Tapi anda harus ingat bahwa makanlah Pete secukupnya.

Gejala dan tanda hipertensi
Sebagian besar pasien tidak mempunyai keluhan/gejala, sehingga seseorang dapat menderita hipertensi bertahun – tahun tanpa merasakan suatu gangguan atau gejala. Gejala biasanya muncul jika tensi sudah sangat tinggi berupa sakit kepala, tegang leher, pening, jantung berdebar, dll.

Pengobatan Hipertensi
Pengobatan terbagi atas 2 yaitu pengobatan non obat (non farmakologik) dan pengobatan dengan obat (farmakologik). Pengobatan non obat meliputi mengurangi berat badan jika gemuk, menghentikan merokok, menghentikan konsumsi kopi dan alkohol yang berlebihan, lakukan olahraga teratur, ubah gaya hidup yang penuh stres, dianjurkan konsumsi garam dapur tidak melebihi ¼ – ½ sendok teh/hari ). Pengobatan dengan obat yaitu dengan pemberian obat anti hipertensi seperti diuretik, Beta Blocker, ACE (Angiotensin Converting Enzyme) Inhibitor, Angiotensin II Receptor Blocker, Calcium Antagonis.

Pengaturan diet makanan penderita hipertensi
Mengatur menu makanan sangat penting bagi penderita hipertensi  untuk mencegah komplikasi. Makanan yang harus dihindari adalah :

  1. Makanan yang berkadar lemak jenuh tinggi (otak, ginjal, paru, usus, minyak kelapa, soto ayam, soto kambing)
  2. Makanan  dan minuman dalam kaleng (sarden, soft drink)
  3. Makanan yang di olah dengan menggunakan garam natrium (ikan asin, asinan)
  4. Makanan yang diawetkan (dendeng, asinan, telur asin)
  5. Stop alkohol dan daging kambing.

DAFTAR PUSTAKA

 

http://fharmacy.blogspot.com/2009/10/pengertian-hipertensi.html

http://moveamura.wordpress.com/medical-surgical-nursing/askep-hipertensi/

http://www.apotik-medica.com/pengertian-hipertensi-dan-akibatnya/

http://www.apotik-medica.com/tag/pengertian-hipertensi/

http://www.apotik-medica.com/tag/pengertian-hipertensi/

About geovanisimatupang123

telusuri saja orang ya

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: